Solusi Terbaik Mengatasi Gejala Berak Kapur Pada Ayam
Mengatasi Gejala Berak Kapur Pada Ayam
Berak kapur merupakan jenis penyakit pada unggas, ciri utamanya adalah dari warna kotorannya yang putih seperti kapur dan berbentuk cair.
Ayam merupakan salah satu unggas yang paling sering terkena penyakit berak kapur ini. Ayam yang terkena gejala berak kapur harus segera diobati, pasalnya jika terlambat ditangani dapat berdampak serius terhadap kesehatannya.
Ayam yang terkena gejala berak kapur akan menurun produktivitasnya, terhambat pertumbuhannya, dan yang paling parah daapat menyebabkan kematian.
Menurut survei di lapangan, angka kematian dari dampak penyakit berak kapur ini terhitung sangat tinggi. Angka terbesar kematian terjadi pada DOC, dan anakan ayam usia 1-8 minggu.
Penyebab berak kapur pada ayam
Berak kapur sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Samonella pullorum, yaitu jenis bakteri jahat yang sangat menular.
Selain itu berak kapur juga akibat pengaruh dari bakteri gram negatif yang dapat hidup hingga satu tahun di dalam tanah. Artinya dalam kurun waktu satu tahun kedepan, lingkungan yang sudah terkontaminasi tidak dapat baik untuk memelihara unggas.
Berak kapur dapat menular
Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa berak kapur diakibatkan oleh bakteri. Dan seperti jenis bakteri pada umumnya, bakteri penyebab berak kapur ini sangat menular ke seluruh jenis unggas seperti ayam, itik, bebek, angsa, kalkun, dan lain sebagainya.
Artinya bisa saja terjadi seekor kalkun yang terkena penyakit berak kapur mampu menularkan ke ayam, begitu juga sebaliknya yang tentunya keduanya merupakan sama-sama jenis unggas.
Proses penularan berak kapur pada ayam
Proses penularan berak kapur ini dapat terjadi karena berbagai faktor, umumnya penularan terjadi secara langsung yaitu akibat dari salah satu ayam yang terindikasi lantas menyebar ke seluruh ayam di kandang.
Faktor lain yang dapat menularkan berak kapur juga berasal dari peralatan makan, litter, lingkungan kandang, ataupun dari pakaian anda yang telah terkontaminasi.
DOC yang baru menetas juga dapat tertular berak kapur yang berasal dari induknya, yaitu melalui telurnya yang terkontaminasi dan setelah menetas menyebabkan DOC tersebut terserang berak kapur
Ciri-ciri dan gejala ayam terserang penyakit berak kapur
Selain diketahui dari jenis dan warna kotorannya yang putih mencair, ayam yang terjangkit penyakit berak kapur akan menunjukan gejala-gejala sebagai berikut:
- Kotoran yang berwarna putih dan cair menempel di area sekitar dubur
- Ayam akan terlihat lesu, lemas dan sering mengantuk
- Jengger ayam berubah warna menjadi hitam keunguan
- Bulu ayam menjadi kusam dan sayapnya menggantung
- Nafsu makan berkurang
- Ayam tidak mampu berjalan, atau terjadi kelumpuhan
- Kemungkinan dapat mengakibatkan kematian mendadak
Langkah pengobatan dan pencegahan berak kapur paada ayam
Meskipun termasuk jenis penyakit yang berbahaya, saat ini berak kapur sudah di temukan obat yang efektif untuk mengatasinya. Selain itu, penularan berak kapur ini juga dapat dicegah supaya penularannya tidak meluas.
Bahkan anda juga bisa melakukan upaya pencegahan dan antisipasi agar ayam peliharaan tidak mudah tertular oleh bakteri pullorum ini.
Langkah pengobatan berak kapur pada ayam
Pada gejala awal, ayam yang terjangkit penyakit berak kapur masih dapat tertolong yaitu dengan pemberian obat antibiotik jenis coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas.
Untuk teknik pemberian cairan antibiotik umumnya dilakukan dengan menyuntikan ke bagian dalam sayap ayam.
Selain itu, anda juga dapat melakukan pengobatan tradisional seperti pemberian bawang putih, jahe ataupun kunyit. Mengolesi tubuh ayam dengan ramuan kemin juga mampu untuk pempercepat proses penyembuhannya.
Pemusnahan ayam yang terjangkit penyakit berak kapur kronis
Ketika ayam teridentifikasi gejala penyakit berak kapur maka wajib untuk segera di isolasi atau di karantina agar tidak menular ke ayam lain yang masih sehat.
Manusia tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi daging ayam yang telah terjangkit penyakit. Khususnya jenis penyakit akibat virus dan bakteri, termasuk jenis penyakit berak kapur ini.
Untuk penyakit berak kapur telah berdampak parah pada ayam, sebaiknya segera lakukan pemusnahan, karena sudah mustahil terselamatkan, selanjutnya bangkai dari ayam yang mati akibat berak kapur harus di kuburkan.
Teknik penguburan dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus memutus siklus penyebaran bakteri berak kapur. Membuang bangkai sembarangan akan berakibat memperluas penyebaran bakteri pullorum penyebab berak kapur
Langkah pencegahan berak kapur pada ayam
Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit berak kapur pada ayam, antara lain sebagai berikut:
Kebersihan kandang
Sanitasi dan penyemprotan disinfektan juga wajib dilakukan secara berkala agar kondisi kandang tetap terlindung dari virus dan bakteri.
Memastikan lingkungan kandang selalu bersih, termasuk selalu rutin membersihkan kotoran ayam, mencuci peralatan makan, dan minumnya sebelum dan sesudah digunakan.
Pemberian pakan bergizi
Jenis makanan yang bergizi sangat menentukan kualitas dan kesehatan dari ayam tersebut, Sebaliknya penggunaan pakan yang asal-asalan dapat mengakibatkan ayam menjadi terhambat pertumbuhannya, sekaligus mudah terserang penyakit.
Pola makan yang terjadwal dengan teratur juga penting untuk dilakukan untuk menjaga kesehatan pencernaan ayam peliharaan.
Melakukan Vaksinasi
Ayam yang di tidak di vaksin memiliki resiko lebih tinggi terserang berbagai penyakit, sedangkan ayam yang telah divaksin akan memiliki daya tahan dan kekebalan tubuh yang lebih kuat.
Dengan melakukan vasinasi secara berkala, mampu untuk mengantisipasi ayam dari serangan virus dan bakteri yang menular.
Perawatan harian yang tepat
Untuk jenis ayam aduan, melakukan perawatan harian secara rutin seperti menjemur dan memandikannya mampu menjaganya tetap sehat dan terhindar dari penularan penyakit berak kapur.
Pemberian vitamin dan suplemen tambahan juga perlu dilakukan secara rutin agar ayam memiliki daya tahan yang optimal.
Posting Komentar untuk "Solusi Terbaik Mengatasi Gejala Berak Kapur Pada Ayam"